Rabu, 16 Januari 2008

Upacara Adat kupatan Djogja....


Upacara Adat Kupatan Jalasutra
Oleh Yan Arief August 30th, 2007 pukul 3:43 am
Kupat atau ketupat berukuran besar dibungkus daun gebang dan hidangan gudeg manggar ciri khas Upacara adat tradisional Kupatan Jalasutra (Jolosutro). Tradisi ini secara turun-temurun dilestarikan oleh warga Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Upacara Kupatan Jalasutro ini digelar untuk mengenang Sunan Geseng. Menurut legenda masyarakat setempat, Cokrojoyo atau Sunan Gesang mengikuti sayembara untuk menangkap ikan bersisik emas. Dia mengajukan syarat agar disediakan benang sutra untuk membuat jala. Akhirnya ikan tersebut bisa ditangkap dan dusun dimana jala itu dibuat selanjutnya dinamakan Jalasutra.

Hari Senin, (27/8/2007) yang lalu warga desa Srimulyo menggelar upacara adat ini. Ratusan warga memadati lapangan Jalasutra. Beberapa jodhang atau usungan yang berisi makanan dan hasil bumi dari dusun sekitar berkumpul di lapangan itu. Selanjutnya dilakukan pemotongan ketupat berukuran besar oleh Kepala Desa dan pejabat setempat.
Kemudian jodhang diarak menuju ke Makam Sunan Geseng. Iring-iringan ini dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisional. Sesampainya di pelataran makam, sesepuh desa membacakan doa bagi Sunan Geseng dan memohon kepada Tuhan YME agar warga setempat diberi keselamatan dan limpahan rejeki. Dilanjutkan dengan kenduri, makan bersama. Sebagai acara penutup, isi jodhang dirayah (diperebutkan) masyarakat yang menghadiri upacara ini.
Informasi rinci tentang Upacara Adat Kupatan Jalasutra silahkan kunjungi situs web Dinas Kebudayaan DIY.


prostek ubi jalar saat ini.....



Komoditas ubijalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, disamping itu mengandung vitamin A, C dan mineral. Selain sebagai bahan pangan pokok dapat juga diolah menjadi bahan pangan olahan seperti selai, saos, juice dan bahan baku industri. Ubijalar yang daging umbinya berwarna ungu, banyak mengandung anthocyanin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena berfungsi mencegah penyakit kanker. Ubijalar yang daging umbinya berwarna kuning, banyak mengandung vitamin A; sedangkan beberapa varietas ubijalar mengandung vitamin A yang sebanding dengan wortel.
Ubijalar bisa ditanam baik pada lahan sawah maupun lahan tegalan. Pada umumnya didaerah pedesaan mempunyai produktifitas sekitar 10 ton per hektar. Sedangkan dengan teknik budidaya yang tepat beberapa ubijalar dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi basah per hektar.Varietas unggul ubijalar selain produktifitasnya tinggi, juga mempunyai sifat agak tahan terhadap hama boleng Cylas formicarius dan penyakit kudis Sphaceloma batatas. Pada umumnya di dataran rendah, ubijalar dipanen pada umur 3,5 sampai dengan 5 bulan. Sedangkan di dataran tinggi ubijalar dipanen pada umur 5 sampai dengan 8 bulan.

Sari adalah varietas unggul ubijalar berumur genjah dan tahan kudis. Sedangkan varietas Boko sesuai untuk dikonsumsi dalam bentuk ubijalar rebus atau goreng karena rasanya yang enak dan manis. Varietas seperti Sukuh, Jago dan Kidal mempunyai kandungan bahan kering dan pati yang tinggi, sangat cocok untuk dibuat sebagai pati dan tepung. Teknik membuat tepung dengan cara mencuci umbi, mengupas, mengiris, menjemur dan menghancurkan (menepungkan) selanjutnya diayak.
Pengolahan ubijalar menjadi setengah jadi, seperti granula atau tepung ubijalar, dapat memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai tambah. Granula ubi jalar dibuat dari ubijalar kubus yang dikeringkan. Granula mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan ubijalar segar pada waktu diolah menjadi sawut atau nasi .
Dalam pembuatan selai, bahan dari ubijalar dapat mensubstitusi nanas sampai 50 persen, sedang untuk pembuatan saus dapat digunakan sampai 100 persen. Untuk membuat selai dan saus tidak menyaratkan ukuran umbi, sehingga dapat menggunakan umbi-umbi dengan kualitas yang agak rendah dengan yang berukuran kecil-kecil. Pati dan tepung ubijalar dapat digunakan untuk membuat aneka jenis kue, mie, hingga es krim. Dalam pembuatan cookies, spikuk, onbeytkuk dengan komposisi hampir sampai 100 persen. Sedangkan tepung ubijalar dalam pembuatan roti tawar dapat mensubstitusi terigu sebesar 15 persen dan pembuatan mie dapat mensubstiterigu sebesar 20 persen. (Oleh : Gadang BKP Jatim)

Selasa, 15 Januari 2008

BeLaJar daRI Tukang BecaK


BeLaJar daRI Tukang BecaK
*) Budi Astuti

Didunia ini ketenangan hidup seperti apa yang kamu cari …? Dan dengan cara apa ketenangan itu akan kau raih…! Tak sedikit orang berfikir cara mendapatkan semua yang diinginkan, mereka baru akan tenang setelah ambisinya tercapai. Dan sebelum mereka dapat meraihnya akan berusaha menggapainya dengan cara apapun, iya nggak…!

Apa artinya dapat hidup mewah, duduk di kursi empuk dan berdasi, kalau masih merasa kurang!. tapi coba kita tengok hidup tukang becak, hampir separuh hari lebih waktunya dihabiskan menemani becak tuk berpetualang. Dia tak mengenal lelah dan tak memperhitungkan tenaga yang terbuang untuk mengayun becaknya. Walaupun kadang tidak mendapatkan tumpangan tetapi hari berikutnya dia masih tetap setia pada becaknya. Pernah suatu saat

kutanyakan pada salah satu diantara mereka, “hidup tenang itu seperti apa, pak?” sambil kukerutkan keningku. Senyumnya yang lembut sangat menandakan dia jalanin hidupnya dengan penuh ketenangan. Karena dengan becaknya dia bisa menyekolahkan ke lima anaknya sampai bangku sekolah menengah atas, walaupun hanya seorang diri kepergian sang kekasih tercinta tiga tahun yang lalu tidak membuatnya pupus harapan tuk terus memenuhin kehidupannya, bahkan katanya sih !, sekarang ada yang menjadi guru. “Dengan menerima apa adanya anugrah yang telah diberikan dan menerima cobaan dengan penuh keikhlasan. Karena semuanya itu hanyalah titipan-Nya, kapanpun Dia dapat mengambilnya.

Orang diatas tak selamanya diatas dan dibawah tak selamanya dibawah. Tetapi yang perlu kita ketahui bahwa diatas dan dibawah itu sama saja. Semua hanyalah titipan dan kita hanya sebagai pelaku. Semua sudah ada yang ngatur, kok”. Tukang becak menutuniku. Sepanjang perjalanan pulang aku hanya merenung apa yang dilontarkan tukang becak beberapa detik yang lalu, “Tak kusangka seorang tukang becak mempunyai pandangan sedemikian hebatnya. Aku merasa dibawahnya dan ternyata baru aku sadari bukan hanya orang bertitellah sebagai guru, tetapi dari tukang becakpun kita dapat ilmu baru dan sangat berharga. Kita jangan memandang siapa yang menyampaikan tetapi lihatlah apa yang disampaikannya”. “Dek katanya udah kuliah, kuliah dimana?” pertanyaan itulah yang membuyarkan lamunanku Aku tertegun sejenak, seakan-akan pertanyaan itu memojokkan aku tuk dapat seperti dia. “Itu pak di , belum aku menjawab ternyata kampus STPP sudah didepan mata. “berhenti sini aja pak”kataku pelan.
“0 .. .. Kuliah disini to, ba-guuuus !“ Aku hanya diam dan trus melangkah dan menghilangkan banyanganku di balik gerbang.


*) Mahasiswi STPP Jurusari Penyaluhan Pertanian Yogyakarta